NGEBLOG PAKE HAPE? WHY NOT!

Zaman mobilitas, saya mengikutinya dari ngeblog menggunakan laptop beberapa tahun lalu, saya lanjutkan dengan menggunakan tablet ketika tablet bermunculan dengan harga terjangkau di pasar pasar swalayan. Tahun ini saya memutuskan menulis di blog dengan menggunakan hape.

Tips memilih hape buat ngeblok:

image

1. Layar
Sebaiknya anda memilih layar lega namun masih nyaman dalam genggaman dan mudah disimpan kedalam saku celana atau jacket anda. Ketika saya gunakan hape kecil uukuran 3.5 – 4 inch saya kesulitan melakukan pengetikan. Lalu saya tukar hape saya dengan layar 5- 6 inch, terserah orang bilang itu sebagai phablet atau telpon tablet yang jelas tidak ada kendala ketika melakukan dan menerima panggilan. Hari ini saya lebih memilih samsung galaxy mega atau sony experia z karena alasan ukuran dan kualitas screen yang cukup memadai. Ketika melakukan pengetikan ternyata bisa sangat cepat dan akurat.

2. Prosessor dan RAM
Saya sarankan memilih yang dual core keatas dan RAM 2 GB, karena pada saat menyertakan postingan gambar membutuhkan daya transfer web lumayan tinggi dan membebani mesin.

3.Ruang simpan
Sebaiknya anda mempertimbangkan ruang penyimpanan “cloud” karena trend masa depan bukan ruang simpan external lagi. Namun menulis blog sebenarnya tidak memerlukan ruang simpan drive internal dari hape, anda membutuhkan ruang simpan untuk menyimpan photo. (Saya tidak akan merekomendasikan iPhone 8 GB karena tidak bisa dipasang kartu sd tambahan buat penyimpanan gambar disamping itu layar kecilnya membuat kesulitan menulis artikel panjang)

4. Kamera
Kamera berkualitas adalah sebuah keniscayaan ketika anda mengambil gambar buat blog. Mengapa harus berkualitas? Karena tampilan photo yang cukup meyakinkan akan menjadi nilai tambah bagi tulisan anda. Anda dapat menggunakan hape berkamera 8 megapixel.

KEUNTUNGAN NGEBLOG VIA HAPE
1. Sangat mobile
Itu jelas. Hape lebih kecil daripada tablet, tablet lebih kecil daripada laptop. Jadi lebih gampang dibawa kemana mana bukan? Jam istirahat kerja jika tidak main game, jika anda punya hobi blog dan pada saat mendapat “ilham” maka dengan cepat anda dapat menuangkan ide ide melalui blog.

2. Pengambilan gambar instan
Dan anda dapat menyertakan gambar yang anda jepret sendiri. Ini kadang diperlukan jika tiba tiba anda melihat kejadia berlangsung didepan mata dan ingin anda abadikan melalui tulisan dan gambar

3. Mengetik lebih mudah
Maksudnya jika anda terbiasa mengetik sms, maka tidak perlu berlatih mengetik seperti di PC. Pada ponsel layar gede, pengetikan dua jari dengan menggunakan jempol kanan dan kiri dapat meningkatkan kecepatan penulisan secara signifikan. Kebanyakan ini tidak memerlukan pelatihan hanya cukup anda biasakan saja.

LANGKAH LANGKAH NGEBLOG VIA HAPE
1. Download aplikasi blog seperti wordpress, blogger dll.

2. Create atau buatlah blog tersebut sesuai petunjuk ketika pertama membuka aplikasi blog. Pada bloggernya google anda cukup menggunakan id email android hape anda ikuti langkah pada perintah di layar hape. Jika anda telah memiliki akun blog yang sebelumnya anda cukup memasukan akun dan password anda pada kolom yang muncul pada saat pertama membuka aplikasi blog. Pada wordpress dan aplikasi blog lain juga sama.

3. Tentukan tema dan tampilan blog. Walaupun sifatnya ngeblog di hape itu mobile dan simpel, namun theme dan tampilan blog tetap bisa diolah melalui settingan yang telah tersedia pada aplikasi blogger dan wordpress. Tampilan akan menjadi daya tarik tersendiri bagi calon pengunjung di internet. Utamakan tampilan sederhana karena yang sederhana biasanya ringan. Anda bayangkan kalau masuk ke blog berat maka calon pengunjung pasti akan mengurungkan diri mengunjungi blog anda.

4. Berbagi. Nah jika tulisan telah selesai periksa kembali untuk mengedit jika terdapat kesalahan pengetikan. Merapikan gambar dll. Lalu berbagilah melalui facebook, tweeter, google plus atau likedin dan banyak lagi jejaring sosial lain.
Tujuan berbagi adalah agar tulisan anda dibaca dan tersebar.

Advertisements

TREND HAPE LAYAR BESAR

image

Layar besar vs layar kecil

Layar gede, wow more exciting! Begitu pendapat teman di forum teknologi. Dipelopori oleh Samsung apple yang tadinya fanatik terhadap ukuran layar konvensional 3.5 inch akhirnya memproduksi iPhone 6 dengar layar lega 5 inch keatas (?) Apa sih kelebihan dan kekurangannya?
Baik, berdasarkan hasil mengumpulkan pendapat konsumen trend layar gede sepertinya akan terus berlanjut dengan alasan:
Kualitas layar yang meningkat hingga 300-400 ppi akan terasa mubazir jika hanya disematkan kelayar sekecil 3-4 inch, ada kecenderungan pengguna ponsel menggunakan hape mereka untuk main game, membaca, mengedit photo hingga nonton video kualitas HD. Jika apple dulu mempertahankan trend layar konvensional berukuran kecil dapat dikatakan mereka harus berpikir ulang.
Layar kecil tentu saja masih digemari dikalangan orang orang tua yang tidak terlalu menikmati konten hiburan, akan tetapi seiring waktu generasi akan berganti layar kecil akan kehilangan momen.

KELEBIHAN LAYAR LEBAR:
1.Lebih nyaman dimata pada saat membaca, mengedit photo, membaca dan menulis email.
2.Lebih memungkinkan melakukan penulisan dan pengeditan naskah, menulis di blog (seperti yang sekarang sedang penulis lakukan – menggunakan samsung galaxy mega 6.3 inch)
3.Tetap terlihat wajar dan normal ketika digunakan buat nelpon dan menulis SMS.
4.Tetap muat dikantong jacket.
5.Lebih mudah mengedit pekerjaan bersifat office mobile yang telah disinkronkan ke PC dekstop dan laptop (misalnya ketika melakukan pengeditan atau bahkan meng”create” spreadsheet, layar lebar memungkinkan kita memasukan nilai dan formula dengan lebih mudah jika dibanding layar kecil – penulis melakukannya di hape jika ingin mengedit tulisan dan laporan keuangan pribadi dan menyimpannya di “cloud store”)

KEKURANGAN:
1.Kurang nyaman digenggaman
2.Kurang pas ketika dikantongi
3.Layar lebar lebih banyak memakan daya battery (ini sudah ditutupi dengan kapasitas battery lebih besar)

Itulah sekilas gambaran trend hape berlayar besar saat ini…

MASA DEPAN MANUSIA DAN PENDIDIKAN

image

Teknologi semakin berkembang luas sampai menembus hampir segala kalangan, suatu hari untuk memudahkan segala hal terkait pendidikan orang tidak akan tabu lagi melibatkan peralatan teknologi ditempat bekerja dan dibangku sekolah. Misalnya anak anak pada masa lalu harus membeli dan membawa buku setiap hari ke sekolah. Para mahasiswa membaca buku buku referensi setebal kitab kitab kuno untuk keperluan studi dan pembuatan makalah. Tapi hari ini ada tablet tipis yang dapat digunakan untuk membaca buku pengetahuan, novel hingga video tutorial. Besok atau lusa ditahun tahun berikutnya akan hadir tablet setipis koran dan bisa digulung yang mampu menyimpan satu perpustakaan yang berisi berbagai buku! Samsung sudah mempatenkan sebuah prototype tablet tipis yang dapat digulung berarsitektur 64 bit, berotak inti delapan dengan penyimpanan cloud gratis 2 tahun sebesar 50 gigabyte. Apple pasti tidak akan mau ketinggalan dari saingan beratnya itu.
PC konvensional seperti dekstop dan laptop sesungguhnya mulai berkurang penggunaannya didunia ini. Faktor mobilitas terutama adalah penyebabnya.
Suatu ketika para pelajar hanya memerlukan tablet yang dapat dilipat atau digulung kedalam saku mereka ketika mereka berada didalam kelas. Dengan perangkat tersebut mereka bisa membuka buku pelajaran dengan cepat, menggunakan kalkulator matimatika, membuat draft gambar yang akurat dan merancang. Mereka bisa menonton video peragaan dari jaringan sistem pengajaran. Les online dengan tatap muka video call. Ketika itu tuntutan jaringan supercepat telah menjadi lumrah.
Tidak ada yang aneh daripada gambaran diatas, ketika populasi manusia membengkak dan sumber daya bumi harus di manage dengan ketat demi untuk kelangsungan hidup umat manusia, maka teknologi nampak sebagai satu satunya pilihan kita. Ketika kita telah selesai mengeksplorasi hanya sebatas permukaan dikerak bumi, kita yang selalu mempertanyaan keberadaan kita ini, akan sampai kebatas evolusi baru: Makhluk penjelajah alam semesta! Dimasa kapal kapal angkasa berlayar di ruang hampa nan luas.

ZAMAN BARU
Zaman baru akan datang tapi tidak mendadak. Dia mulai berevolusi perlahan dan semakin cepat menilik dari penemuan zaman sekarang nampaknya arah zaman dapat terlihat jelas. Google melontarkan sebuah konsep yang telah diteliti oleh para ahli yakni sebuah sistem password yang dapat disuntik kedalam darah, sistem ini dapat disinkronkan keperalatan elektronik atau gagdet gagdet pribadi dan yang teregisterasi dengan sistem enskripsi berpengaman tinggi. Tidak menutup kemungkinan password yang telah disuntikan kedalam darah melalui injeksi sinar akan disalah gunakan untuk mengontrol orang maupun kelompok. Namun semuanya tergantung regulasi dan kontrol pemerintah.
Dan satu ide gila terlintas, ketika populasi manusia meledak ke duapuh milyar, manusia tidak mungkin lagi menghuni bumi yang sumber daya alamnya semakin terkikis habis, air laut semakin menenggelamkan banyak daratan. Manusia harus bisa menemukan planet lain untuk hidup! Dan hal ini terlihat sangat masuk akal ketika curiousity akhirnya mendarat di mars. Makhluk terbuat dari besi itu adalah “perpanjangan” tangan dan kecerdasan manusia bumi. Dia bertindak sebagai penjelajah, peneliti dan penayang mars untuk manusia dibumi.

Ide pendidikan dimasa depan terdengar mencengangkan kita yang hidup di zaman ini. Ketika manusia harus bepergian dalam jarak jauh dijagat raya, kita akan akan berangkat dalam usia yang relatif masih sangat muda kita ada dua pilihan: dididik didalam kapal angkasa yang didesain bagai sebuah kota lengkap dengan air, daratan dan tumbuhan, kota dan mesin mesin bertenaga nuklir. Atau, disuntikan secara laser sebuah microchip kedalam otak mereka microchip yang berisikan seluruh ilmu pengetahuan dari permukaan bumi.
Tentu saja ide ini kedengarannya gila untuk masa kita, akan tetapi pada masanya hal ini akan menjadi sangat lumrah: manusia berpengatahuan secara instan tanpa sekolah, mengapa tidak? Zamannya sudah tiba, tuntutan lingkungan dan ancaman keberadaan manusia semakin komplek. Kita harus mempertahankan keberadaan ras kita di permukaan bumi. Kita tidak dapat menyerahkan diri selamanya pada kemurahan alam.